627. Sebelum turunnya ayat ini, ada perjanjian damai antara Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam dengan orangorang musyrikin. Di antara isi perjanjian itu ialah tidak ada peperangan antara Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam dengan orang-orang musyrikin, dan bahwa kaum muslimin dibolehkan berhaji ke Mekah dan tawaf sekeliling Kakbah. Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā membatalkan perjanjian itu dan mengizinkan kepada kaum muslimin memerangi kembali. Maka turunlah ayat ini dan kaum musyrikin diberi kesempatan empat bulan lamanya di tanah Arab untuk memperkuat diri.